Aplikasi Wajib Umat Muslim : Muslim Pro

Bismillah,



Teruntuk sahabat lendyagasshi....aku mau tjoerhat dulu yaa...
Sebenarnya, boleh gak siih...kondisi keimanan kita naik-turun layaknya roller coaster?
Pasti jawabnya, manusiawi siih yaa...karena manusia memang fitrahnya begitu...


Dalam Al-Qur’an Al-Karim disebutkan bahwa iman itu bisa bertambah dan berkurang.

لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ

Supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada).”
(QS. Al-Fath : 4).



Hadits Rasululloh sholallahu 'alaihi wa salam,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ بَابًا فَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ وَأَرْفَعُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ »

Dari Abu Hurairah  radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Iman itu ada tujuh puluh sekian pintu. Yang paling rendah dari iman adalah menyingkirkan gangguan dari jalanan. Yang paling tinggi adalah kalimat laa ilaha illallah.” 
(HR. Muslim, no. 35 dan Tirmidzi, no. 2614)




Jadi salah satu pengingat di saat kita sedang down adalah sahabat.
Masyarakat jaman now, punya sahabat yang paling dekat dan sring dijamah adalaaah...handphone.

Yap, becuull...pemirsa.

Apa-apa, nanyanya ke google.
Sampai kebiasaan baca buku-pun, bisa digantikan oleh aplikasi di handphone.

Baca juga :


Pendeknya, benda yang satu ini, ajaib banget deeh... Bagaikan pisau bermata dua.
Bila digunakan dengan bijak, pastinya akan sangat terbantu sekali. Namun sebaliknya, bila tidak lebih pandai, maka akan tergerus dengan banyaknya kemudahan yang ditawarkan, dan akan terlena, jadi banyak waktu yang terbuang percuma deeh... 

Kalau emak-emak macam saya gini terlena, bisa dibayangkan yaa...
Betapa banyak kerjaan menumpuk?
Seberapa ramai anak-anak menangis karena kelaparan?
Belum lagi suami...
Cucian, setrikaan, duuh....pendeknya kita mesti memaksimalkan kebersamaan kita dengan si benda ajaib ini.





Naah...
Dengan terinstalnya aplikasi Muslim Pro ini di handphone, maka kita ada beberapa kemudahan :


Mengingatkan waktu sholat
Bisa di setting suara adzan, maka ketika sudah masuk waktu sholat, maka akan terdengar suara adzan menggema di hati handphonemu.



Mushaf yang bisa dibaca kapanpun
Tulisan mushaf yang besar, memudahkan semua usia mampu mmbaca dengan jelas. Lengkap dengan arti per ayat dan arti surat. Tajwid berwarna dan bisa disuarakan (bila ingin).
Kalau aku pribadi, menjadikan mushaf ini sebagai Qur'an hapalan. 
Sehingga kapanpun, dimanapun...bisa dibuka sebentar untuk murojaah.




Kiblat
Apabila bepergian, dan telah masuk waktu sholat, maka aplikasi Muslim Pro akan membantu menemukan harus ke arah mana kita menghadap. Tingkat akurasinya cukup tinggi.



Hikmah Harian
Setiap hari ada kata-kata hikmah sebagai penguat umat Muslim.
Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan.




Lainnya seperti :
Doa-doa, lokasi masjid terdekat, kalender hijriyah, tempat halal, syahadat, kalkulator zakat, ayat populer, live Mekah dan tasbih.


Aplikasi ini wajib ada di handphone umat Muslim.
Dan juga ini ;



Kira-kira, sahabat lendyagasshi punya aplikasi apa niih...di handphone yang menarik dan bisa membantu produktifitas emak-emak macam saya gini?

Sharing yuuk...
Haturnuhun.



Salam hangat,



Aplikasi Checklist Amalan Harian Seorang Muslim

Bismillah,

Assalamu'alaykum wa rahmatullah wa barakatuh.



Sudah paham belum kalau ternyata hidup kita ini sebenarnya bisa di jadwalkan dalam melakukan kebaikan? Melaksanakan amalan itu akan lebih terasa ghirah (semangat) nya apabila kita tahu ilmunya, dan dikerjakan bersama.

Bersama keluarga,
Teman,
Sahabat.

Siapa saja yang ada di sekitar kita tentunya.

Karena ternyata, kewajiban umat muslim tidak hanya kepada Allah saja (habluminallah) dan pada sesama (habluminannash), namun juga ada kewajiban yang terlewat, yakni :

* Kewajiban terhadap diri sendiri
* Kewajiban terhadap orangtua 
Sudah dibahas sedikit di tulisan saya berikut 


* Kewajiban terhadap anak


Dalam pertemuan kali ini, yang seharusnya adalah pembahasan materi kemarin, adalah edisi pengulangan (alias review). yang ikut benerannya, bisa buka link blognya sahabat saya niih...



Tapi meskipun materi review, bahasannya malah panjang looh... Coba dibaca perlahan yaa...
Semoga bermanfaat.


Kewajiban seorang (akhwat) terhadap dirinya sendiri ada 3, sahabat... Apa saja?

1. Kewajiban Menjaga Tubuh
Karena wanita adalah makhluk yang menyukai keindahan, maka sudah pasti yang ada pada dirinya adalah semunya yang serba indah.
Untuk menjaga keindahan, perlu kebersihan kan yaa...

Salah satu hadits mengenai kebersihan :

 عَنْ سَعْدِبْنِ اَبِى وَقَّاصٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِنَّ اللهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيْفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَادٌيُحِبُّ الْجَوَادَفَنَظِّفُوْااَفْنَيْتَكُمْ

Artinya :
Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (dan) menyukai kebaikan, bersih (dan) menyukai kebersihan, mulia (dan) menyukai kemuliaan, bagus (dan) menyukai kebagusan. Oleh sebab itu, bersihkanlah lingkunganmu.
(HR. At - Turmudzi)


2. Kewajiban Menjaga Kesehatan, diantaranya dengan :

Menjaga Pola Makan

Rasululloh sholallahu 'alaihi wassalam senantiasa menjaga pola makan sehari-hari. Karena itu fisik Rosulloh sehat dan tidak pernah sakit, terkecuali saat akan meninggal di usianya yang ke 63 tahun. Karena sebenarnya, perut itu adalah sumber penyakit.

Hadits

الْمِقْدَامَ بْنَ مَعْدِيكَرِبَ رضي الله عنه يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ «مَا مَلأَ آدَمِىٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ حَسْبُ الآدَمِىِّ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ غَلَبَتِ الآدَمِىَّ نَفْسُهُ فَثُلُثٌ لِلطَّعَامِ وَثُلُثٌ لِلشَّرَابِ وَثُلُثٌ لِلنَّفَسِ». ابن ماجه

Al Miqdam bin Ma’dikarib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang manusia mengisi sebuah tempat yang lebih buruk daripada perut, cukuplah bagi seorang manusia beberapa suapan yang menegakkan punggungngya, dan jika hawa nafsunya mengalahkan manusia, maka 1/3 untuk makan dan 1/3 untuk minum dan 1/3 untuk bernafas. 
(HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 2265)

Baca juga tentang Ubah Hidupmu Dari Sekarang Menjadi Lebih Sehat.



Menjaga Pola Tidur

Tidurnya umat Muslim bukan hanya sebagai hak tubuh untuk mengistirahatkan badan, tapi juga untuk mengistirahat organ pencernaan dan mengoptimalkannya. Apalagi istirahat di siang hari saat sedang shaum, maka tidur tetap bisa menjadi ladang ibadahnya umat Muslim.
MashaAllah...

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا

Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.
(QS. An-Naba : 9)

dan

وَمِن رَّحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan karena rahmatNya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karuniaNya (pada siang hari) dan supaya kamu bersyukur
(QS. Al-Qashahs : 73)



Menjaga Wudlu

Kenapa ini menjadi penting bagi umat Muslim?
Karena menjaga wudhu senantiasa menjaga kita dari hadats. Batalnya wudhu adalah karena kita berhadats. Maka keistimewaan orang menjaga wudhu adalah hatinya senantiasa mengingat Allah subhanahu wa ta'ala.



Olahraga

Islam adalah agama yang seimbang. Selain beribadah (kesehatan psikis), kita juga sangat dianjurkan untuk memperhatikan kesehatan diri sendiri. Ini kewajiban lhoo...ternyata.
Sehari minimal berolahraga 20 menit dengan gerakan yang konsisten (bukan menyapu, mengepel atau berlari mengejar si kecil yaa...) dan ada baiknya mengontrol denyut nadi melalui gadget (jam tangan) agar terpantau.
Bagi yang tidak biasa olahraga, ada baiknya untuk memulai dari yang remeh dan dengan waktu singkat dahulu. Tidak memaksakan, namun ditingkatkan setiap hari.



3. Kewajiban Terhadap Akal
Ini terasa sekali pentingnya, ketika setelah menjadi Ibu rumahtangga yang hanya merutinkan kegiatan harian, seperti memasak, membersihkan rumah, mengurus suami dan anak-anak dan tanpa terasa waktu berputar cepat sekali. Keesokan harinya pun melakukan rutinitas yang sama.

Maka,
Selingilah dengan mempelajari sesuatu setiap harinya.

Sebenarnya ada banyaaakk sekali PR seorang Ibu dalam memenuhi gizi akal ini. Diantaranya :

Mempelajari Al-Qur'an dan hadits
Bisa dengan membaca asbabun nuzul (sebab-sebab) turunnya ayat tersebut atau mempelajari tafsir. Jika membaca saja tidak cukup, maka datangilah majelis-majelis ilmu yang ada di kota sahabat lendyagasshi.
Jika itu juga tidak memungkinkan, ikutilah kelas-kelas online yang saat ini bertebaran di wa group dan telegram.


Utsul Tsalatsah
Ilmu yang mempelajari tentang Allah. Rosulullah dan agama Islam.


Utsul Fiqh
Mempelajari hadits yang terkait dengan ibadah yang kita jalani selama ini. Semua yang kita lakukan sungguh akan dipertanggung jawabkan kelak.

Sabda Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam,

Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba (pada hari kiamat) sehingga ia ditanya tentang umurnya digunakan untuk apa, tentang ilmunya apa yang ia lakukan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan digunakan untuk apa, dan tentang fisiknya mengapa ia menyia-nyiakannya.
(HR. Tirmidzi, dan ia berkata: hadits ini hasan shahih)


Berat?
Tentu. Karena kalau mau masuk syurga, maka kita berlelah-lelah dulu di dunia, baru memetik kenikmatan kelak.



Sirah Rosulullah sholallahu 'alaihi wassalam beserta sejarah sahabat dan para tabi'in
Sejarah akan kembali terulang.
Ustad Budi memaparkan dengan jelas pada ceramah-ceramah beliau mengenai kejayaan umat Islam jaman Rasululloh sholallahu 'alaihi wassalam dahulu. Dan yakin, bahwa sejarah kejayaan Islam tersebut akan berulang pada masa anak-cucu kita kelak (asalkan memegang teguh pada Al-Qur'an dan hadits dalam menjalankan kehidupannya). 



Akidah Akhlak
Beragama Islam adalah agama yang mempelajari keimanan. Dan keimanan adalah sesuatu yang ghaib, yang hanya bisa dirasakan oleh orang percaya pada Nya.


يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.
(QS. Luqman : 33)



Belajar Bahasa Arab
Nikmatnya membaca Al-Qur'an bisa dirasakan ketika kita mengerti arti dari bacaan yang kita baca. Untuk memahaminya, selain mengandalkan tafsir, ada baiknya kita mulai mempelajari bahasa Arab yang kaya (kosa katanya) namun mudah untuk dihapal. Itulah salah satu keajaiban Al-Qur'an.

Baca juga :


Gawz Fikr (Perang Pemikiran)
Ada banyak sekali tokoh Islam jaman sekarang yang karena kepentingan kelompok atau suatu golongan menjadi mengandalkan pikirannya. Padahal untuk memutuskan suatu permasalahan, ada cara dan rujukan yang harus diikuti caranya, agar tidak menimbulkan perdebatan yang berkepanjangan.


Studi Islam Kontemporer
Ada banyak kemajuan yang dialami dunia ini. Belajar dan mengkaji Fikh Islam Kontemporer akan membuat kita yakin akan apa yang kita lakukan dalam menjalankan ibadah.



Fikh Dakwah
Karena berdakwah hukumnya adalah fardhu kifayah (dimana bila sudah ada yang menunaikan, gugurlah kewajiban tersebut), namun para ulama bpendapat bahwa kewajiban itu tergantung dari kemampuan. Selama ia mampu dan berada di lingkungan yang membutuhkannya, maka berdakwalah walau hanya satu ayat.

Allah Ta’ala berfirman,

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” 
(QS. Ali Imron : 110).





Untuk menjaga konsistensi dalam beribadah dan menunaikan seluruh kewajiban kita di atas, diperlukan checklist harian yang biasa disebut dengan Mutaba'ah Harian. Bisa menggunakan versi Jurnal Muslimah namun saat ini bila malas mengisi buku harian, kita bisa memanfaatkan gadget sebagai pengingat dan checklist amalan harian kita ini.

Download di Playstore (nama aplikasi : Amalan Harian Muslimah)

Setelah mencoba banyak aplikasi yang cocok, saya merasa pas dengan aplikasi ini. Karena selain ada jadwal harian mutabaah seorang muslimah, ada haditsnya juga, mengapa kita harus melakukan amalan ibadah tersebut. Karena sebaik apapun amalan tersebut, akan sia-sia bila tidak berlandaskan dalil. Gak mau kaan...susah-susah melakukan, namun tidak ada artinya di hadapan Allah?

Dalil dari Al-Qur'an dan hadits shohih yang terlampir di aplikasi Amalan Harian Muslimah

Checklist Harian Amalan Muslimah :
(bisa ditambahkan bila dirasa perlu)

1. Memperbaiki Hapalan Juz 30
2. Menghapal surat pilihan.
(Al Kahfi ayat 1-10)
3. Sholat wajib tepat waktu
4. Sholat dhuha 4 rakaat
5. Menambahkan Sholat Rawatib
6. Sholat Tahajud
7. Target Tilawah: 1/2 atau 1 juz
8. Sedekah harian tiap pagi (sediakan kencleng harian di rumah)
9. Olahraga 
(minimal 20 menit tanpa henti)
10. Amalan sebelum tidur 
(seperti wudhu, sholat sunnah, bersyukur, memaafkan dan mendoakan orang lain, berdoa sebelum tidur, zikir).



Jadi,
Sudah siap berubah?

Ya,
Kalau tidak sekarang, mau kapan lagi?




Salam hangat,



Berbakti Kepada Kedua Orangtua Berdasarkan Tafsir QS. Al-Israa 23 - 24

Bismillah,

Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh.


Jum'at minggu pertama adalah jadwal kami, para Mama yang senang bertholabul ilmi sembari silaturahm untuk berkumpul di salah satu anggota Grup Kajian Mama yang diinisiasi oleh Uni Shona Vitrilia dengan ustadzah Thasya Soegito. Beliau adalah Ibu dari empat orang anak yang berlatar belakang ilmu pendidikan, psikolog dan ilmu komunikasi. Gak heran, bila Uni Thasya sudah berbicara, kami semua ((para audience)) terpukau. Dan mulai banyak pertanyaan ((atau curhat yaa, teh??))



Kajian hari ini dibuka oleh QS. Al-Israa (17) : 23- 24

وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ
o أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيمًا

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya  kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sakali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkatan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
(Q.S. Al Isra' : 23)

Dari ayat ke 23 ini, kita diperintahkan untuk memahami hak orangtua terhadap diri kita ((sebagai anak)) untuk berbakti kepada kedua orangtua atau yang orangtuanya tinggal seorang saja. 


Berbakti di sini bisa ditunjukkan dengan cara :

1. Tidak berkata uffin pada orangtua.
Uffin yang dimaksud adalah berkata "ah" (jika diartikan dalam bahasa Indonesia).

2. Tidak berlaku kasar pada orangtua.
Berkata kasar saja tidak boleh, terlebih lagi berlaku yaa...maka, mulai membiasakan diri untuk berkata perkataan yang mulia, kepada siapa saja, termasuk kepada kedua orangtua.

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ
Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman.
(QS. Al Hijr: 88)

3. Mendoakan kedua orangtua (yang masih ada ataupun telah tiada).
Menyadari bahwa kita berasal dari orangtua kita. Jika tidak ada mereka, maka kita tentu tidak bisa melihat dan merasakan kehidupan. Dan menyadari pula, bahwa bagaimana pun dan apapun kita adalah hasil dari didikan yang ditanamkan orangtua sejak sebelum lahir.

Yakin bahwa dengan dengan berbuat baik pada kedua orangtua, maka keberkahan akan terlimpah pada kehidupan kita. Dan keberkahan ini bisa berbentuk apa saja, tidak terbatas uang. Bisa kelancaran dalam berbisnis, kesholihan anak keturunan, kesehatan, dan lain-lain.


Bagaimana jika orangtua sudah meninggal? Apa yang bisa kita lakukan?


1. Mendoakan kebaikan seperti dalam ayat berikut :


وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي 
 صَغِيرًا    

"Dan rendahkan dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah : "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.
(Q.S. Al Isra' : 24)


2. Mengutamakan Melanjutkan amalan (sholih) yang dilakukan orangtua selama hidup.
Hal kecil saja, 
misalnya : orangtua dahulu sepanjang hidup suka melakukan silaturahm. Maka setelah beliau tidak ada, anak-anak nya lah yang melanjutkan kebiasaan tersebut.


Baca juga :




إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا


"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai."
(QS. Al-Isra' : 7)




Ini yang menjadi pengingat kita yaa, sahabat lendyagasshi.
Dan bagi yang sudah menjadi orangtua, sepertiku...pasti merasakan pengasuhan anak-anak sekarang. Tugas orangtua saat ini adalah membimbing anak-anak menjadi generasi islami yang tangguh, kuat dan bermanfaat.

Bagaimana caranya?
Jadilah orangtua yang senantiasa berbuat kebaikan. Sekecil apapun.
Dan kelak, kebaikan itulah yang akan dicontoh dan dilakukan anak-anak kita.

Semoga resume kajian kali ini bermanfaat.


Wassalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh.




Salam hangat,

Mukjizat Itu Ada Di Dalam Rumah

Assalamu`alaykum warahmatullah wabarakaatuh.



Kebiasaan apa yag sering kita lupakan, sahabat?
Kalo aku, membaca Al-Qur`an.
Padahal sudah diletakkan di kamar, tempat yang sering aku lihat. Tapi lepas sholat wajib, suka banyak banget alesan buat menghindari Al-Qur`an. Yaa...ngurus anak laah, yaa...buka handphone, atau malah wudlunya keburu batal.

Godaan oh...godaan.

Kali ini, aku bertekad...baca Al-Qur`an paling engga 2 `ain setiap hari. Syukur kalau bisa lebih.
Ada triknya niih, sahabat...kalau mau merubah kebiasan atau istilahnya hijrah yaa...

Apakah?

Aku gabung di beberapa grup whatsApp dan Tele yang ada kaitannya dengan setoran ngaji hari itu beserta kajian seputar kehidupan sehari-hari berdasarkan sunnah Rosululloh sholallahu`alaihi wassalam.



Apa itu mukjizat?
Mukjizat adalah keistimewaan yang diberikan Allah kepada Nabi atau Rasul-Nya.

Mukjizat yang kita ketahui dari Al-Qur`an pada Nabi dan Rasul sebelum Rasulullah sholallahu `alaihi wassalam di antara :

* Mukjizat Nabi Musa `alaihissalam mampu membelah lautan yang luas dengan tongkatnya. Dan tongkat ini pulalah yang mampu berubah menjadi ular besar dan memakan ular-ular buatan penyihir Fir`aun yang dzalim.

* Nabi Isa yang mampu mengobati orang sakit dan sejak bayi bisa berbicara layaknya orang dewasa.

* Nabi Sulaiman dengan kemampuannya berbicara bahasa binatang dan makhluk ghaib.

Ke semua mukjizat itu hilang seiring dengan meninggalnya sang Nabi atau Rasul. Namun mukjizat akhir zaman yang dibawa Rasulullah sholallahu `alaihi wassalam masih ada hingga kini. Maka, wajib bagi kita menjaga mukjizat tersebut agar tidak hilang seiring dengan berkembangnya zaman.



Al-Qur`an

Ya, mukjizat itu bernama Al-Qur`an.
Al-Qur`an berisi firman-firman Allah yang turun melalui malaikat Jibril. Begitu istimewa dan sayangnya Allah kepada hambaNya dan kita hanya menganggapnya biasa-biasa saja?

Kenapa Al-Qur`an disebut Mukjizat?

1. Karena adanya kemudahan dalam mempelajarinya.
Siapa yang bersungguh-sugguh, pasti diberi karomah. Termasuk dalam mempelajari Al-Qur`an dan memahami isinya. Bahkan kitab ini dipelajari oleh seluruh umat di dunia yang beragama muslim (maupun non-muslim, yang menginginkan kehancuran Islam) meskipun bahasanya bukan bahasa kita.
Karena sudah dijanjikan dalam QS. An-Nahl : 103 bahwa

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُ بَشَرٌ ۗ لِسَانُ الَّذِي يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِيٌّ

وَهَٰذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُبِينٌ


Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: "Sesungguhnya Al Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)". Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa 'Ajam, sedang Al Quran adalah dalam bahasa Arab yang terang.



2. Karena kemudahan dalam menghapalkannya.
Jaman Rosululloh sholallahu`alaihi wassalam dahulu belum mengenal tulisan. Sehingga satu-satunya cara adalah dengan menghapal. Kemudian hapalan ini dilanjutkan oleh para sahabat, para tabi`in, dan seterusnya. Hal ini yang membuat Al-Qur`an terjaga selalu keasliannya karena lahir berjuta-juta penghapal Qur`an dari seluruh penjuru dunia.


Adapun teknik menghapal Al-Qur`an ada beberapa cara, yakni :

* Metode Klasik
Dengan mengulang-ulang bacaan Al-Qur`an. Dimulai dengan membuka mushaf hingga tidak membuka lagi dan berlanjut ke ayat atau lembar berikutnya.

* Metode Menulis
Selain menghapal dengan mengulang melalui lisan, menulis dianggap metode paling efektif. Karena memanfaatkan indera penglihatan dan pendengaran. Selain itu, tulisan tangan sendiri lebih mudah dipahami.

* Metode Menghapal dengan Memahami Maknanya terlebih dahulu

* Metode Menghapal dengan Partner
Pernah denger yaa...kalau kebaikan itu akan berjalan lancar kalau dilakukannya berjamaah alias tidak sendiri?
Ini salah satu caranya. Murojaah dengan saling mendengarkan hapalan bersama dua orang atau lebih.

* Menghapal dimulai dari belakang.

* Metode menggunakan alat bantu dengar (Al-Qur`an berbentuk audio)

* Menghapal menggunakan target
Setiap hari harus ada kemajuan dalam proses menghapal, karena sistemnya setoran.


Siapa yang tidak terharu jika memiliki keturunan penghapal Qur`an? Termasuk diri ini...
Dan ternyata, di dunia ini ada hafizh termuda yaitu anak berusia 4.5 tahun. Lebih muda dari Imam Syafi`i ( pemimpin mahzab Syafi`i) yang kala itu berusia 7 tahun.


3. Karena kemudahannya dalam memahami maknanya
Karena salah satu tujuan diturunkannya Al-Qur`an adalah menjadi petunjuk bagi umat Islam. Salah satunya ada di QS. Al-Baqarah : 185.


شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ 

سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ


(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). ...


Dan ada beberapa surat dengan keterangan sejenis.
* QS. Shad : 30
* QS. An-Nisa : 82
* QS. Yusuf : 2
* QS. Thaha : 113
* QS. Az-Zumar : 28
* QS. An-Nahl : 103
* QS. Maryam : 97
* QS. Ad-Dukhan : 58


Al-Qur`an umumnya menggunakan kata dan kalimat yang berulang-ulang. Sehingga memudahkan dalam menghapal dan memahami.



Jadi bagaimana kita menjaga mukjizat ini hingga akhir jaman?

* Dengan mendatangi mejelis-majelis yang mempelajari Al-Qur`an.
* Menjadi relawan Al-Qur`an yang mengajari Al-Qur`an dari mulai lingkungan terkecil atau lingkungan sekitar.
* Mengenalkan dan membiasakan anak-anak dengan Al-Qur`an sejak dini.
Dengan cara memperdengarkan Al-Qur`an di sela-sela aktivitas di rumah. 


Sekian tulisanku kali ini karena dirasa akan menjadi reminder bagi diri ini atas segala kealfaan sebagai hamba Allah. Semoga bermanfaat.


Wassalamu`alaykum warahmatullah wabarakatuh.



Salam hangat,













Amalan Yang Tak Akan Terputus

Assalamu`alaykum warahmatullah wabarakatuh




Apakabar sahabat semua?
Di Ramadhan kali ini, pertama kalinya aku berpuasa tanpa Babe (panggilan kesayanganku untuk Bapak).

Sedih?
Banget....

Meskipun status aku sudah nikah dan tinggal di perantauan, tapi saat Ramadhan, tak jarang Babe menyelipkan pesan atau sekedar mendengarkan celotehanku tentang anak-anak. Babe yang selalu tertawa dalam diamnya, menangis dalam doa-doanya dan tentu tidak lupa memberi semangat untuk aku, anak perempuan satu-satunya dalam keluarga Lukman Effendi.

Ya,
bahkan nama aku pun adalah kepanjangan dari nama Babe.
Lendy, Lukman Effendi.
Begitu kira-kira besarnya kasih sayang Babe terhadapku.

source : Pinterest


Aku yang tumbuh dengan gelimang kasih sayang seorang Babe, menjadikanku tak punya kenangan buruk sedikit pun tentang beliau. Hingga akhir hayat.

Senyum Babe di detik-detik terakhirnya saat berada di ruang ICU, itulah kenangan yang masih terukir hangat di benakku. Bahkan saat Babe sudah tiada pun, anganku masih berada dalam ilusi. Kerap bermimpi bertemu dan saling melemparkan senyum. Ada pesan singkat yang disampaikan Babe melalui mimpi tersebut, yang aku pun tidak bisa memastikan apakah itu sekedar bunga tidur, karena rinduku yang mendalam kepada ayahanda ataukah benar-benar pesan yang ingin disampaikan Babe kepadaku.

Terima kasih, Babe Rahimahullah.
Semoga Allah senantiasa memuliakan Babe.


Ramadhan di hari pertama ini, aku kembali mengingat-ingat. Amalan apa yang tak terputus meskipun orang tersebut telah tiada.

1. Amal baik

Babe biasa menyediakan kurma di Masjid dekat rumah untuk persiapan takjil. Dan tak tanggung-tanggung, biasanya Babe beli dalam jumlah yang besar. Untuk stok minimal di 15 hari pertama Ramadhan, kata beliau.
Selain itu, Babe juga selalu turut andil dalam menentukan jadwal ustadz yang akan memberi ceramah selama 1 bulan penuh di Masjid tersebut. 


2. Ilmu yang bermanfaat

Buku. Babe selalu menghadiahi ku sebuah buku. Karena itu, aku suka sekali dengan buku. Tiba-tiba aku teringat saat baru pertama kali menikah. Babe bukan memberi buku tentang pernikahan, namun buku tentang mendidik anak. Dan tangisku selalu pecah saat membuka buku tersebut, karena ada pesan singkat di halaman depannya.

Pesan Babe : `Seorang Ibu yang cerdas, akan menghasilkan anak yang pintar`


3. Anak sholih/sholiha

Melahirkan dan membekali anak dengan adab dan ilmu tentu tidak mudah. Namun, apa yang diajarkan dalam keluargaku sangat membekas. Dan semoga aku tidak melupakan pesan Babe sepanjang hayat. 
Untuk amalan apa saja yang aku lakukan, aku mencontoh kebiasaan Babe yang suka menulis saat mendengar ceramah. Bahkan kumpulan resume Babe sudah aku bawa beberapa untuk mengenang pengajian apa saja yang Babe pernah datangi dan ikuti. Tak terkecuali, aku meneruskan pelajaran-pelajaran yang sempat Babe ikuti sebelum wafat. Di antaranya adalah kelas terjemahan Al-Qur`an.

Selain itu,
Babe adalah orang yang sangat sayang dan peduli terhadap saudara dan kerabat. Semoga kebiasaan menyambung silaturahim dapat aku lanjutkan.


Walk With Me, Daddy
by Helen Bush


Walk alongside me, Daddy
and hold my little hand.
I have so many things to learn
that i don`t yet understand

Teach me things to keep me safe
from dangers everyday.
Show me how to do my best
at home, at school, at play.

Every child needs a gentle hand
to guide them as they grow.
So walk alongside me, Daddy
We have a long way to go




Sekian tulisan hikmah Ramadhan #day1 yang aku tulis karena sedang tersedu merindukan masa-masa Ramadhan bersama Babe, Ibu dan keluarga besar di Surabaya.

Semoga sahabat bisa mengambil ibroh dari kisahku ini.


Salam hangat,





Wassalamu`alaykum warahmatullah wabarakatuh.






3 Kebiasaan Yang Dilakukan Sebelum Ramadhan : Yes Or No?

Assalamu`alaykum warahmatullah wabarakatuh.



Sudah lama sekali rasanya aku gak nulis seputar pengajian. In syaa allah selama bulan Ramadhan, ingin kembali menuliskan beberapa kajian yang saya ikuti.

Sebagai pembuka dari hadirnya bulan Ramadhan kali ini, aku mau menuliskan sedikit kebiasaan yang biasanya dilakukan umat muslim sebelum Ramadhan tanpa adanya dalil (shohih). Apa akibatnya?
Beberapa orang akan menganggap itu bagian dari ibadah. Padahal hanya merupakan kebiasaan yang terbentuk di masyarakat.


Diantaranya :

1. Bermaaf-maafan sebelum Ramadhan.
Sebenarnya kebiasaan ini tidak ada salahnya, karena manusia mana yang tidak luput dari salah dan dosa. Iya kaan..?!
Tapi biasanya kita senengnya minta maaf pas mepet-mepet bulan Ramadhan niih...alesannya biar dapet momentnya. Benarkah?

Orang yang pernah menzhalimi saudaranya dalam hal apapun, maka hari ini ia wajib meminta perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum datang hari dimana tidak ada ada dinar dan dirham. Karena jika orang tersebut memiliki amal shalih, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezhalimannya. Namun jika ia tidak memiliki amal shalih, maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia zhalimi”
(HR. Bukhari no.2449)


Nah,
sebenarnya justru meminta maaf yang tepat adalah ketika sadar kita telah berbuat salah dengan seseorang, maka wajib hukumnya langsung meminta maaf. Tanpa menunda-nunda.
Karena kita gak pernah tau kapan umur ini masih diberi. Bisa jadi ketika menunda, justru esoknya kita telah tiada. Naudzubillahimin dzalik...




Yang sebenarnya harus dilakukan adalah 


“Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda: 
‘Amin, Amin, Amin’. 

Para sahabat bertanya : “Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?” 
Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kepadaku: ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan’, maka kukatakan, ‘Amin’, 
kemudian Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)’, maka aku berkata: ‘Amin’. 
Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Allah melaknat seorang hamba yang tidak bershalawat ketika disebut namamu’, maka kukatakan, ‘Amin”.
Al A’zhami berkata: “Sanad hadits ini jayyid”.


**hadits jayyid lebih kuat daripada hadits hasan tapi kedudukannya dibawah hadits shohih.



2. Ziarah kubur
Kebiasaan orang Jawa saat memasuki akan memasuki bulan Ramadhan adalah berziarah ke makam keluarga yang telah mendahului. Istilahnya nyekar yaa...



Kebiasaan ini tidak dicontohkan Rasululloh sholallahu `alaihi wassalam. Karena ziarah bisa dilakukan kapan saja dengan niat bertujuan untuk mengingat kematian atau mengingat akhirat.
Dan sesampainya berziarah, hendaklah tetap menjaga adab di daerah pemakaman.

Adab ziarah kubur :

* Tidak memakai alas kaki saat di pemakaman
* Tidak menginjak-injak kuburan lain saat berziarah
* Tidak duduk di atas kuburan yang lain
* Berdoa untuk mayit dengan tidak menghadap kuburan
(bukan meminta-minta agar keinginannya dikabulkan, namun mendoakan kebaikan)
* Tidak menaburkan bunga di atas kuburan



3. Megengan
Ini adalah tradisi orang Jawa (lagi-lagi Jawa yaa... Yes! Because i`m a javanese, guys...^^) yaitu memakan kue apem. Katanya sebagai bentuk penyucian diri. Ini jelas gak ada tuntunannya. Karena di Arab sana gak kenal apem kan yaa...??

source : detektifrasa.com

Kalau tradisi di daerahmu apa, sahabat muslim?
Semoga dengan melakukan apa saja yang dicontohkan Rasulullah sholallahu `alaihi wassalam, akan menjadikan kita salah satu golongan yang masuk surga bersamanya.
In syaa Allah, aamiin.

Mari bersama kita sambut Ramadhan kali ini dengan semangat untuk menjadikannya lebih baik dari Ramadhan sebelumnya. Semoga bermanfaat.


Salam hangat,


















[Resume] Temui Aku Di Telaga : Ustad Syafiq bin Riza Basalamah



Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh.

Alhamdulillah,
tanggal 31 Desember 2016 saya resmi membuat blog ini dengan maksud membuat catatan online dari kajian yang telah saya ikuti. Tidak bisa saya tulis di blog yang sebelumnya karena blog lendyagasshi nichenya randomize banget.

Bertempat di masjid Al-Ukhuwah, Jl. Wastu Kencana, Bandung, Ust. Dr. Syafiq bin Riza Basalamah memberikan tausiah mengenai Temui Aku Di Telaga.
Aku di sini yang dimaksud adalah Rasulullah sholallahu'alaihi wassalam.

Saya memang tidak hadir ke masjid ini secara langsung, namun saya mendengarkan tausiah beliau melalui streaming radio Rodja. 

Alhamdulillah.

Semoga catatan saya ini menjadi pengingat pentingnya mengkaji sunnah. Bukannya takut sehingga menghindar. Justru semakin dikaji, agar merasa dekat dan mengikuti sunnah Rasulullah sholallahu'alaihi wassalam.





Banyak orang yang (mengaku) muslim, tapi (masih) melakukan hal-hal atau kebiasaan-kebiasaan yang tidak diajarkan Rasulullah sholallahu'alaihi wassalam

Salah satunya adalah merayakan pergantian tahun.
Bahkan Ustad pun kecewa apabila ada yang memberi kalender puasa sunnah selama setahun, namun jadwalnya menggunakan kalender tahun Masehi. Kenapa tidak membiasakan diri untuk menyebut bulan dan tahun Hijriyah?

Dan banyak sekali orang yang masih menganggap enteng sunnah.

Contohnya adalah saat sampai di masjid, orang biasanya langsung duduk. Jika ditanya "Kok gak sholat tahiyatul masjid dulu?"
"Yaa...kan itu cuma amalan sunnah."

Maka dari itu,
mulai saat ini, biasakan melakukan amalan sunnah. Untuk apa..?


Apabila kita berpegang teguh dengan sunnah, apa yang kita dapatkan?


1. Berjumpa dengan Rasulullah sholallahu'alaihi wassalam dan minum di telaga Rasulullah.
Rasul mengenali kita meskipun belum pernah bertemu.
2. Masuk surga
3. Dilipat gandakannya pahala, seperti pahala 50 sahabat.
"Di akhir zaman, akan ada orang-orang yang bagaikan memegang bara api."

Kenapa itu yaa, Rasulullah?
"Karena ia tau, dan memegang teguh. Namun melihat orang lain, maka dilepaskan."
4. In syaa allah, khusnul khotimah
5. Nabi memuji
Jika dipuji atasan saja senangnya bukan main, maka apalagi dipuji Rasulullah.

Islam itu dimulai dari yang asing. Dan sekarang akan kembali terasing di antara umat Islam sendiri.

6. Mendapat petunjuk dan istiqomah
7. Akan memiliki firasat yang kuat

Hendaklah mengikuti sunnah-sunnah orang-orang terdahulu.


Makna Sunnah (Ajaran yang dilakukan oleh Rasulullah)


1. Melaksanan kewajiban dan meninggalkan larangan
2. Meninggalkan bid'ah-bid'ah amaliyah dan keyakinan (iktiqodiyah)
*Iktiqodiyah : mengkafirkan orang-orang yang tidak kafir
3. Semangat untuk melaksanakan amalan-amalan yang sunnah dilakukan nabi
4. Mengajak manusia pada kebaikan dan memperbaiki yang salah di antara mereka
Malaikat-malaikat akan datang ke majlis ilmu. Dan mengampuni dosa-dosa setelah majlis ilmu berakhir.
Bahkan kepada orang yang (awalnya) tidak berniat untuk menghadiri majelis ilmu, namun menjadi tertarik mendengarkan hanya karena ada keramaian (orang berkumpul) di dalamnya.


Orang yang tidak bisa minum di telaga Rasulullah :


1. Orang-orang yang murtad setelah wafatnya Rasulullah.
Masuk Islam saat ada Rasulullah, namun setelah Rasulullah meninggal, mereka murtad.
2. Orang-orang yang munafik
Orang-orang yang menampakkan keislaman, ketika ada orang saja.
Orang-orang yang membela Islam, tapi tidak membela sesama muslim.
3. Orang-orang yang mengubah sunnah nabi.
4. Sebagian ulama memasukkan "Para Pelaku Dosa Besar"
Akan ada pemimpin-pemimpin di antara kalian yang menyuruh melakukan sesuatu hal, namun ia sendiri tidak melakuan hal tersebut.



Sekian resume yang dapat saya rangkum. Kurang lebihnya, saya mohon maaf.
Wallahu'alam bishowab.
Semoga bermanfaat.


Wassalamu'alaykum warahmatullah wabarakaatuh.